The Effect of Information and Threat Emotion on Buying Decision of Masks by the Indonesian Community in Preventing Covid-19 Virus

Penulis

  • Wilda Nasution Telkom University
  • Ratih Hasanah Sudrajat Universitas Telkom

DOI:

https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i3.270

Kata Kunci:

informasi, threat emotion, keputusan pembelian, covid-19

Abstrak

Dalam mengambil keputusan membeli, konsumen selalu didorong oleh kebutuhan atau motivasi. Banyak penelitian sebelumnya telah membuktikan peran berbagai bentuk motivasi dalam mempengaruhi penilaian yang mengarah pada keputusan untuk membeli. Salah satu bentuk motivasi adalah emosi ancaman. Tidak banyak penelitian yang dilakukan untuk meneliti bagaimana emosi mempengaruhi konsumen pengambilan keputusan. Rasa takut ternyata menjadi tekanan internal bagi konsumen dan mendesak mereka untuk mengurangi ketegangan dengan membuat keputusan. Menggunakan data diperoleh dari 400 responden, penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya pengaruhnya informasi dan threat emotion terhadap keputusan pembelian masker oleh masyarakat Indonesia untuk mencegah virus covid-19. Hasil menunjukkan signifikan pengaruh informasi dan threat emotion terhadap keputusan pembelian mereka karena mereka percaya bahwa masker adalah jawaban untuk mencegah dan mengurangi ketakutan mereka terhadap virus covid-19

Referensi

Anton, M. M. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Armstrong, G., Kotler, P., & He, Z. (2005). Marketing: an introduction.

BBC. (2020). Virus corona: Panic buying terjadi di enam kota besar, “ini bukti tidak ada kebijakan yang solid di seluruh kementerian dan pemda.” https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-51739946

Bobobox.co.id. (2020). Mencegah PenuIaran Virus Corona dengan Sarung Tangan dan Masker. https://www.bobobox.co.id/blog/mencegah-penularan-virus-corona/

Bungin, B., & Kriyanto, R. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Bungin, B., & Kriyanto, R. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Cangara, H. (2010). Pengantar ilmu komunikasi Rajawali pers.

Chen, C. Y., Lee, L., & Yap, A. J. (2017). Control Deprivation Motivates Acquisition of Utilitarian Products. 1–69.

Damiati, dkk. (2017). Perilaku Konsumen. Depok: PT RajaGrafindo

Darmawan, D. (2013). Metode penelitian kuantitatif.

Dharmesta, S. Basu dan Tani Handoko, 2000. Manajemen Pemasaran Analisis Perilaku Konsumen, Yogyakarta: Edisi Pertama, BPFE.

Ding, H. (2009). Rhetorics of alternative media in an emerging epidemic: SARS, censorship, and extra-institutional risk communication. Technical Communication Quarterly, 18(4), 327–350. https://doi.org/10.1080/10572250903149548

Effendy, O. U. (1992). Spektrum komunikasi. Mandar Maju.

Effendy, O. U. (2009). Komunikasi teori dan praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Fearn-Banks, K. (1996). Crisis communication theory and ten businesses hit by the news for making crises. Global business trends, 55-62.

Ferrinadewi, E. (2007). Pengaruh Threat Emotion Konsumen Dan Brand Trust Pada Keputusan PembeIian Produk Susu AnIene Di Surabaya. JurnaI Kewirausahaan, 1(2), 1–8.

Kotler, Philip. 2000. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Prenhallindo.

Kriyantono, R. (2015). Public relations, issue & crisis management. Jakarta: Prenada Media.

Kumparan. (2020). Di BaIik Fenomena Panic Buying: Sejarah, EkspIanasi, dan Antipasi. https://kumparan.com/kumparannews/di-balik-fenomena-panic-buying-sejarah-eksplanasi-dan-antisipasi-1t2kIEvWnz3

Kurniawan, Herik. (2020). Strengthening IJTI Organization through Whatsapp Chat Group Communication During the Covid-19 Pandemic. Jurnal Spektrum Komunikasi, 8(2), 201 - 216. https://doi.org/10.37826/spektrum.v8i2.118

Latan, H., & Temalagi, S. (2013). Analisis multivariate teknik dan aplikasi menggunakan program IBM SPSS 20.0. Bandung: Alfabeta.

Leon, G. Schiffman dan Lazar L Kanuk. 2008. Perilaku Konsumen.

Liliweri, A., & Antarbudaya, D. D. K. (2009). Pustaka Pelajar Y. Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta.: Pustaka Pelajar, 78-85.

Moh Abdul Mukhyi dan Iman Hadi Saputro. (1995). Pengantar Manajemen Umum. Jakarta. Gunadarma.

Mowen, J. C dan Michael Minor. 2002. Perilaku Konsumen.

Mulyana, D. (2000). Ilmu Komunikasi, Pengantar. Bandung: Remaja Rosadakarya.

Nida, F. L. K. (2014). Persuasi DaIam Media Komunikasi Massa. JurnaI Komunikasi Penyiaran IsIam, 2(2), 77-95.

Novianti, R. (2014). Pengaruh Threat Emotion Konsumen Dan Brand Trust Terhadap Keputusan PembeIian Produk Gadget. JurnaI Economia, 10(2), 194–200. https://doi.org/10.21831/economia.v10i2.7545

Nurudin, N. (2007). Pengantar Komunikasi Massa. RajaGrafindo Persada.

Priyatno, D. (2008). Mandiri beIajar SPSS. Yogyakarta: Mediakom.

Robbins, S. P., & Timothy, A. (2008). Judge. Organizational behavior, 12th ed. Jakarta: Salemba Empat.

Shou, B., Xiong, H., & Shen, Z. M. (2011). Consumer Panic Buying and Quota Policy under Supply Disruptions. Working Paper, University, 1–29.

Singarimbun M dan Effendi S. (2008). Metode peneIitian survei. Effendi S, editor. Jakarta (ID): LP3ES.

Siregar, A., & Pasaribu, R. (2004). Bagaimana Mengelola Media Korporasi–Organisasi Cetakan V.

Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sujarweni, V. W. (2015). Metodologi penelitian: Lengkap, praktis, dan mudah dipahami. Yogyakarta: Pustakabarupress.

Sumbar.antaranews.com. (2020). Media Harus Menjadi Sumber Informasi Terpercaya Di Tengah Wabah Virus Corona. https://sumbar.antaranews.com/berita/341586/media-harus-menjadi-sumber-informasi-terpercaya-di-tengah-wabah-corona

Wardhani, V. (2020). Gejala Sosial Panic Buying, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya. https://www.merdeka.com/jatim/gejala-sosial-panic-buying-apa-penyebabnya-dan-bagaimana-mengatasinya-kln.html

Diterbitkan

2022-09-13

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.