Komunikasi Bisnis Berkeadilan Gender di Perusahaan BUMN

Penulis

  • Aida Maslamah Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Sa’diyah El Adawiyah Muhammadiyah Jakarta University

Kata Kunci:

Perempuan pekerja, komunikasi bisnis, komunikasi kesetaraan gender, keadilan gender di lingkungan perusahaan

Abstrak

Jabatan pemimpin di perusahaan-perusahaan Indonesia dikuasai laki-laki 69,37 persen berbanding 30,63 persen yang ditempati perempuan (BPS, 2020). Penelitian ini mengkaji pengalaman seorang pemimpin perempuan di lingkungan perusahaan BUMN yang berjuang mengatasi hambatan Glass Ceiling dan mengembangkan komunikasi berkeadilan gender sepanjang perjalanan karirnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus pemodelan komunikator direktur perusahaan di BUMN. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Analisis dan penyajian data dipandu dua kerangka teoritis, yaitu teori Gaya Komunikasi Tubbs dan Moss dan teori Komunikasi Gender Glass Ceiling Marilyn Loden. Kajian ini menemukan bahwa sebagai perempuan, Lies Permana Lestari menghadapi tiga hambatan Glass Ceiling sepanjang karirnya di perusahaan, berupa diskriminasi promosi jabatan dari atasan yang bias gender, stereotip perempuan tidak mampu memimpin perusahaan transportasi yang dinilai ranah laki-laki, dan tantangan komunikasi terkait peran-peran domestik dalam rumah tangga. Hambatan tersebut mencerminkan bagaimana praktik komunikasi bisnis di BUMN masih didominasi oleh pola komunikasi maskulin yang kurang memberi ruang kesetaraan gender. Untuk mengatasinya, Lies menerapkan gaya komunikasi dynamic dan equalitarian. Kedua gaya komunikasi ini tidak hanya efektif bagi dirinya secara personal, tetapi juga memberi pengaruh pada pola komunikasi bisnis di BUMN: ia membangun rapat kerja yang lebih partisipatif, membuka ruang dialog setara antara karyawan laki-laki dan perempuan, serta menekankan kolaborasi daripada hierarki yang kaku. Dengan cara itu, Lies tidak hanya menembus Glass Ceiling, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan budaya komunikasi bisnis yang lebih berkeadilan gender di perusahaan BUMN tempat ia bekerja. 

Biografi Penulis

Sa’diyah El Adawiyah, Muhammadiyah Jakarta University

Jabatan pemimpin di perusahaan-perusahaan Indonesia dikuasai laki-laki 69,37 persen berbanding 30,63 persen yang ditempati perempuan (BPS, 2020). Penelitian ini mengkaji pengalaman seorang pemimpin perempuan di lingkungan perusahaan BUMN yang berjuang mengatasi hambatan Glass Ceiling dan mengembangkan komunikasi berkeadilan gender sepanjang perjalanan karirnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus pemodelan komunikator direktur perusahaan di BUMN. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Analisis dan penyajian data dipandu dua kerangka teoritis, yaitu teori Gaya Komunikasi Tubbs dan Moss dan teori Komunikasi Gender Glass Ceiling Marilyn Loden. Kajian ini menemukan bahwa sebagai perempuan, Lies Permana Lestari menghadapi tiga hambatan Glass Ceiling sepanjang karirnya di perusahaan, berupa diskriminasi promosi jabatan dari atasan yang bias gender, stereotip perempuan tidak mampu memimpin perusahaan transportasi yang dinilai ranah laki-laki, dan tantangan komunikasi terkait peran-peran domestik dalam rumah tangga. Hambatan tersebut mencerminkan bagaimana praktik komunikasi bisnis di BUMN masih didominasi oleh pola komunikasi maskulin yang kurang memberi ruang kesetaraan gender. Untuk mengatasinya, Lies menerapkan gaya komunikasi dynamic dan equalitarian. Kedua gaya komunikasi ini tidak hanya efektif bagi dirinya secara personal, tetapi juga memberi pengaruh pada pola komunikasi bisnis di BUMN: ia membangun rapat kerja yang lebih partisipatif, membuka ruang dialog setara antara karyawan laki-laki dan perempuan, serta menekankan kolaborasi daripada hierarki yang kaku. Dengan cara itu, Lies tidak hanya menembus Glass Ceiling, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan budaya komunikasi bisnis yang lebih berkeadilan gender di perusahaan BUMN tempat ia bekerja. 

Referensi

Adin, Z., & Izzati, I. H. Y. (2023). Dasar-dasar komunikasi bisnis. Jurnal Riset Manajemen Komunikasi, 33–42.

Affandi, N. R. D., Hartawan, Y., & Al Aqilah, L. Z. (2022). Gaya komunikasi kepemimpinan perempuan: Studi kualitatif deskriptif dr. Hj. Cellica Nurrachadiana sebagai Bupati Kabupaten Karawang dari perspektif ilmu komunikasi. Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2), 249–257.

Amakye, S., Chimhutu, V., & Darkwah, E. (2021). Beyond the glass ceiling: An exploration of the experiences of female corporate organizational leaders in Ghana. Journal of Human Behavior in the Social Environment, 31(5), 1–18. https://doi.org/10.1080/10911359.2021.1970073

Azzahra, G. A. (2023). Pengembangan stereotip gender terhadap persepsi karyawan pada manajer perempuan. Konstruksi Sosial: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 3(4), 111–121.

Babic, A., & Hansez, I. (2021). The glass ceiling for women managers: Antecedents and consequences for work-family interface and well-being at work. Frontiers in Psychology, 12, 618250. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.618250

Batool, S. A., Mansor, N. N. A., Bashir, S., & Zainab, S. S. (2021). The perception of glass ceiling a nd its impact on interpersonal conflicts in a masculine culture: Mediating role of self- efficacy. Studies of Applied Economics, 39(10), 1–10. https://doi.org/10.25115/eea.v39i10.5961

Buyrukoğlu, E., Özdemir, M., Dokuzoğlu, G., & Asanakut, N. (2023). A study on glass ceiling printing in working women. The Online Journal of Recreation and Sports, 12(4), 846– 851.

Cangara, H. (2016). Komunikasi politik: Konsep, teori, dan strategi (ed. revisi). PT Rajagrafindo Persada.

Cardon, P. W. (2023). Business communication: Developing leaders for a networked world (4th ed.). McGraw-Hill Education.

Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi. (2022). Leadership communication in project management in Indonesia. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(2), 112–123. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/communicology/article/view/55569

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2014). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Darmawani, D., & Herachwati, N. (2024). Woman leadership in management: Systematic literature review. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 6(4), 3284– 3297.

Edgar, H. S. (2004). Organizational culture and leadership (3rd ed.). Jossey-Bass.

Forum Human Capital Indonesia. (2024, April 5). FHCI BUMN learning festival melatih kemampuan beradaptasi. ANTARA News Gorontalo.

Gallagher, M., & Montiel, A. V. (Eds.). (2023). The handbook of gender, communication, and women's human rights. John Wiley & Sons.

Guffey, M. E., & Loewy, D. (2022). Business communication: Process and product (10th ed.). Cengage Learning.

Gupta, R., & Sharma, P. (2021). Gender differences in communication styles and their impact on workplace outcomes. International Journal of Cross-Cultural Management, 21(3), 389–407. https://doi.org/10.1177/14705958211034567

Hamzah, I. H. (2023). Analisis gaya komunikasi kepemimpinan perempuan dalam dunia tambang: Studi kasus tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk. [Disertasi doktoral, Universitas Hasanuddin].

Hariyono, H. (2018). Pengaruh gaya kepemimpinan perempuan terhadap iklim komunikasi dan kinerja pegawai pada Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal Simbolika: Research and Learning in Communication Study, 4(2), 73–85.

Hendrawan, N. N., & Simorangkir, D. N. (2024). Gendered leadership and role congruity in Jakarta’s public relations industry. Journal Communication Spectrum, 14(1), 45–58. https://jurnal.bakrie.ac.id/index.php/Journal_Communication_spectrum/article/vie w/2532

Hidayat, P. W., & Sebyar, M. H. (2024). Perlindungan hukum terhadap perempuan sebagai korban tindak pidana pelecehan seksual. Jurnal Dimensi Hukum, 8(6).

Hume, S., & Foos, F. (2024). Women leaders can increase young women’s political ambition: A field experiment with a former prime minister. Working Paper.

International Labour Organization. (2022, September 27). Indonesian workers are still vulnerable to violence and harassment at work. https://www.ilo.org

Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2022, March 21). Transformasi Sarinah menjadi panggung karya Indonesia, jadikan produk unggulan UMKM anak bangsa mendunia.https://www.setneg.go.id/baca/index/transformasi_sarinah_menjadi_pang gung_karya_indonesia

Kompas.com. (2021, September 13). Sarinah, panggung karya Indonesia yang bertransformasi. https://www.kompas.com/properti/read/2021/09/13/070000921/sarinah- panggung-karya-indonesia-yang-bertransformasi

Kurniawati, H. O. (2020, December). Gender issues towards communication aspects on women leadership styles in construction company. In 6th International Conference on Social and Political Sciences (ICOSAPS 2020) (pp. 82–88). Atlantis Press.

Kyra, A., & Winduwati, S. (2024). Gaya kepemimpinan perempuan pemimpin dalam membangun reputasi perusahaan Mentari Group. Koneksi, 8(1), 245–253.

Latif, L. A., & Manaf, A. H. A. (2019). Exploring women’s leaders communication styles, traits and team effectiveness: A higher education perspective. Asian Journal of Social Sciences & Humanities, 8(3), 13–27.

Lestari, B. S., Arif, E., & Miko, A. (2020). Gaya komunikasi pimpinan perempuan pada pemerintah provinsi Sumatera Barat. Media Bina Ilmiah, 14(7), 2947–2954.

Lynn-Sze, J. C. (2021). Female leadership communication styles from the perspective of employees. Journal of Media and Communication Research, 13, 83–93.

Mahadewi, E. P., Putra, J. M., & Hilmy, M. R. (2024). Analysis of glass ceiling and sustainable business optimization for women entrepreneurial careers. International Journal of Science, Technology & Management, 5(1), 293–299.

Mambu, T. R., Rares, J. J., & Waworundeng, W. (2023). Gaya kepemimpinan perempuan sebagai pejabat publik di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Minahasa. Journal Publicuho, 6(4), 1560–1569.

Mansour, F. (1999). Analisis gender dan transformasi sosial. Pustaka Pelajar.

Pan, W., Zhou, Y., & Zhang, Q. (2021). Gender, communication styles, and inclusive leadership: Evidence from organizational teams. Frontiers in Psychology, 12, 667910. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.667910

PT Sarinah (Persero). (n.d.). Sejarah perusahaan. https://sarinah.co.id/sejarah

PT Sarinah (Persero). (n.d.). Sekilas perusahaan. https://sarinah.co.id/sekilas

Rinaldi, A., & Ramadhani, B. (2024). Gaya komunikasi perempuan pemimpin di industri perhotelan. Sibatik Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 3(3), 367–374.

Septiana, A. N., & Haryanti, R. H. (2023). Glass ceiling pada pekerja perempuan: Studi literatur. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(1), 168–177.

Vargas, T. (2018, March 1). Who coined the phrase “glass ceiling”? The Washington Post. https://www.washingtonpost.com/news/retropolis/wp/2018/03/01/she-coined- the-phrase-glass-ceiling-she-didnt-expect-it-to-outlive-her/

Yagüe-Perales, R. M., Pérez-Ledo, P., & March-Chordà, I. (2021). Analysing the impact of the glass ceiling in a managerial career: The case of Spain. Sustainability, 13(12), 6579. https://doi.org/10.3390/su13126579

Yu, H. H. (2020). Glass ceiling in federal law enforcement: An exploratory analysis of the factors contributing to women’s career advancement. Review of Public Personnel Administration, 40(2), 183–201. https://doi.org/10.1177/0734371X18794254

Diterbitkan

2026-03-17

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.