Wacana Pertobatan Muslim Indonesia di Media Digital

Penulis

  • Ahmad Zamzamy UPN Veteran Jatim (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur)

DOI:

https://doi.org/10.37826/spektrum.v7i2.43

Kata Kunci:

Hijrah, wacana, pertobatan, muslim Indonesia, media digital

Abstrak

Akhir-akhir ini kita sering membaca, mendengar dan melihat fenomena hijrah yang terjadi di media digital. Fenomena hijrah ini lebih banyak diliput dan disiarkan dari kalangan artis dan anak muda. Penggunaan kata hijrah lebih sering digaungkan daripada kata tobat terutama di media digital. Maka dari itu, muncullah pertanyaan mengapa wacana pertobatan kurang dipergunakan dan bagaimana kedudukan kata tobat di media digital. Penulisan ini menarik untuk dikaji agar kita bisa mengetahui dan memahami mengapa dan bagaimana suatu kata maupun bahasa itu dipilih dan dipergunakan serta apa muatannya. Tobat dalam penulisan ini hanya fokus pada lingkup kalangan muslim Indonesia. Penulisan ini menggunakan analisis media diskursus dengan pendekatan Foucault. Adapun pengumpulan data menggunakan dokumentasi, studi literatur dan pengamatan. Hasil penulisan ini mengungkapkan bahwa kata tobat masih digunakan dengan pengertian yang sebenarnya. Lalu muncul kata hijrah yang maknanya hampir disamakan dan bisa jadi rancu dengan makna kata tobat. Kata hijrah menjadi lebih popular dipergunakan daripada kata tobat. Kata hijrah muncul dengan muatan kepentingan dan tak terlepas dari kekuasaan. Pemilihan atas kata tobat maupun kata hijrah tergantung siapa penggunanya. Contoh penggunanya adalah dari negara atau pemerintah, media, industri, masyarakat umum maupun kelompok-kelompok Islam. Akhirnya kata hijrah lebih sering dipergunakan daripada kata tobat di media digital hingga saat ini.

Biografi Penulis

Ahmad Zamzamy, UPN Veteran Jatim (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur)

Ahmad Zamzamy, S.Sos., M.Med.Kom is a lecturer of Communication Science Dept on UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya, Indonesia. Dia sedang menempuh studi doctoral di program studi S3 Ilmu Sosial Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia. He has a research interest in komunikasi politik, jurnalisme dan religion studies.

Referensi

Ida, Rachmah. 2014. Metode Penelitian: Studi Media dan Kajian Budaya. Jakarta: Kencana

Idris, Irfan. 2018. Deradikalisasi: Kebijakan, Strategi dan Program Penanggulangan Terorisme. Jakarta: Cahaya Insani

Kristiyono, J., & Jayanti, O. R. (2017, November). Fake News (Hoax) and Paranoid Frame of Min of Social Media User. In 3rd International Conference on Transformation in Communications 2017 (IcoTiC 2017). Atlantis Press.

Murtadlo, A. (2019). Kharisma Pendakwah Sebagai Komunikator. Jurnal Spektrum Komunikasi, 7(1).

Rachman, R. F. (2018). Dakwah Interaktif Kultural Emha Ainun Nadjib. Jurnal Spektrum Komunikasi, 6(2).

Suyanto, Bagong & M. Khusna Amal. 2010. Anatomi dan Perkembangan Teori Sosial. Malang & Yogyakarta: Aditya Media Publishing

Sadik, M. 2010. Tobat dalam Perspektif Alquran. Jurnal Hunafa, Vol. 7, No.2

Jurnal

Ibrohim, Busthomi. Memaknai Momentum Hijrah. STUDIA DIDKATIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol.10 No.2 Tahun 2016 ISSN 1978-816971 (http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/studiadidaktika/article/view/83/85)

Internet

(https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/tobat), diakses tanggal 12 Desember 2019

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/hijrah, diakses tanggal 12 Desember 2019

https://m.persamaankata.com/18857/tobat, diakses tanggal 12 Desember 2019

https://m.persamaankata.com/6066/hijrah, diakses tanggal 12 Desember 2019

https://news.detik.com/berita/d-4174430/lombok-gempa-lagi-sandi-mungkin-kita-butuh-tobat-nasional, , diakses tanggal 12 Desember 2019

https://www.youtube.com/watch?v=1VHrUEH7ZXU Yufid.TV - Kisah Islami: Kisah Taubat Sang Penentang Sunnah - Ustadz Zainal Abidin, Lc., diakses tanggal 12 Desember 2019

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1126743666867916800, diakses tanggal 12 Desember 2019

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1126744398279073792, diakses tanggal 12 Desember 2019

Diterbitkan

2019-12-23

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.