English

Penulis

  • Vien Angela Okta Szyarlana Universitas Dian Nuswantoro
  • Agus Triyono Universitas Dian Nuswantoro

DOI:

https://doi.org/10.37826/spektrum.v13i4.1188

Kata Kunci:

Fenomena Marriage is Scary, persepsi khalayak, Efek Media, Generasi Z, Teori Kultivasi

Abstrak

Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini menjadikan TikTok sebagai platform media sosial paling berpengaruh di Indonesia. Hal ini dapat mempengaruhi pola pikir dan perubahan sosial dimasyarakat, khususnya Generasi Z. Generasi ini (lahir 1997-2012) sebagai digital native dengan akses informasi yang luas ini menjadi kelompok yang kritis akan norma-norma tradisional. Penletian ini diangkat dari sebuah fenomena tren “Marriage is Scary” di TikTok, tren ini menampilkan narasi-narasi negatif dalam pernikahan. Kekhawatiran ini relevan dengan data BPS (2014) yang menunjukkan penurunan angka pernikahan. Penelitian ini menargetkan Generasi Z pengguna tiktok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan menganalisis persepsi yang terbentuk dari paparan isi konten dengan menggunakan Teori Kultivasi. Data diperoleh melalui wawancara dengan responden Generasi Z, observasi dan analisis komentar. Hasil penelitian menunjukan bahwa paparan berulang Tren "Marriage is Scary" di TikTok membentuk persepsi negatif Generasi Z tentang pernikahan. Generasi Z cenderung menunda atau bahkan menghindari pernikahan dini karena kekhawatiran tentang kesiapan finansial, ketakutan dalam memilih pasangan, dan adanya peningkatan kesadaran akan kesehatan mental. Generasi Z tidak sepenuhnya menjadi anti-pernikahan, namun bersikap lebih berhati-hati dan selektif dengan menekankan nilai kesetaraan, kematangan emosional serta pengembangan karir. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman tentang korelasi antara representasi media sosial dengan demografi sosial melalui pembentukan persepsi.

Biografi Penulis

Vien Angela Okta Szyarlana, Universitas Dian Nuswantoro

Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini menjadikan TikTok sebagai platform media sosial paling berpengaruh di Indonesia. Hal ini dapat mempengaruhi pola pikir dan perubahan sosial dimasyarakat, khususnya Generasi Z. Generasi ini (lahir 1997-2012) sebagai digital native dengan akses informasi yang luas ini menjadi kelompok yang kritis akan norma-norma tradisional. Penletian ini diangkat dari sebuah fenomena tren “Marriage is Scary” di TikTok, tren ini menampilkan narasi-narasi negatif dalam pernikahan. Kekhawatiran ini relevan dengan data BPS (2014) yang menunjukkan penurunan angka pernikahan. Penelitian ini menargetkan Generasi Z pengguna tiktok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan menganalisis persepsi yang terbentuk dari paparan isi konten dengan menggunakan Teori Kultivasi. Data diperoleh melalui wawancara dengan responden Generasi Z, observasi dan analisis komentar. Hasil penelitian menunjukan bahwa paparan berulang Tren "Marriage is Scary" di TikTok membentuk persepsi negatif Generasi Z tentang pernikahan. Generasi Z cenderung menunda atau bahkan menghindari pernikahan dini karena kekhawatiran tentang kesiapan finansial, ketakutan dalam memilih pasangan, dan adanya peningkatan kesadaran akan kesehatan mental. Generasi Z tidak sepenuhnya menjadi anti-pernikahan, namun bersikap lebih berhati-hati dan selektif dengan menekankan nilai kesetaraan, kematangan emosional serta pengembangan karir. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman tentang korelasi antara representasi media sosial dengan demografi sosial melalui pembentukan persepsi.

Agus Triyono, Universitas Dian Nuswantoro

Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini menjadikan TikTok sebagai platform media sosial paling berpengaruh di Indonesia. Hal ini dapat mempengaruhi pola pikir dan perubahan sosial dimasyarakat, khususnya Generasi Z. Generasi ini (lahir 1997-2012) sebagai digital native dengan akses informasi yang luas ini menjadi kelompok yang kritis akan norma-norma tradisional. Penletian ini diangkat dari sebuah fenomena tren “Marriage is Scary” di TikTok, tren ini menampilkan narasi-narasi negatif dalam pernikahan. Kekhawatiran ini relevan dengan data BPS (2014) yang menunjukkan penurunan angka pernikahan. Penelitian ini menargetkan Generasi Z pengguna tiktok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan menganalisis persepsi yang terbentuk dari paparan isi konten dengan menggunakan Teori Kultivasi. Data diperoleh melalui wawancara dengan responden Generasi Z, observasi dan analisis komentar. Hasil penelitian menunjukan bahwa paparan berulang Tren "Marriage is Scary" di TikTok membentuk persepsi negatif Generasi Z tentang pernikahan. Generasi Z cenderung menunda atau bahkan menghindari pernikahan dini karena kekhawatiran tentang kesiapan finansial, ketakutan dalam memilih pasangan, dan adanya peningkatan kesadaran akan kesehatan mental. Generasi Z tidak sepenuhnya menjadi anti-pernikahan, namun bersikap lebih berhati-hati dan selektif dengan menekankan nilai kesetaraan, kematangan emosional serta pengembangan karir. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman tentang korelasi antara representasi media sosial dengan demografi sosial melalui pembentukan persepsi.

Referensi

Arkansyah, M., Wulandari, A. A., & Kusuma, Y. A. (2025). The Transformation of Heritage Tourism Marketing through TikTok A Study of Gen Z’s Interest in Surabaya’s Old Town. Jurnal Spektrum Komunikasi, 13(2), 298-304. https://doi.org/10.37826/spektrum.v13i2.1119

Arieza, U. (2024). Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun. Kompas.Com, 1. https://lifestyle.kompas.com/read/2024/03/07/214736720/angka-pernikahan-di-indonesia-terus-menurun#:~:text=Sumber: BPS,Pernikahan Modern Diminati Tahun 2024

Fatika, R. A. (2024). 10 Negara dengan Pengguna TikTok Terbesar, Indonesia Urutan Berapa? GoodStats. https://data.goodstats.id/statistic/10-negara-dengan-pengguna-tiktok-terbesar-indonesia-urutan-berapa-xFOgI

Ginting, L. R., Alfarizi, F., Sri, G., Sitorus, R., Situmeang, E. V., & Putri, S. D. (2025). Psikologi Digital : Dinamika Generasi Z dalam Era Media Sosial Universitas Prima Indonesia , Indonesia. 5(3), 132–141.

Melani, E. R., & Zamzamy, A. (2023). Symbolic Interaction in Tiktok's Live Streaming: A Study of Influencer-Viewers Engagement. Jurnal Spektrum Komunikasi, 11(4), 550-561. https://doi.org/10.37826/spektrum.v11i4.620

Mutiara Apriliani Nur Zahra, Wuri Wulandari, & Yegar Agnes Citra Widya. (2023). Tiktok Sebagai Media Sosial Populer Untuk Komunikasi Bisnis. Syntax Idea, 5(7).

Nadifah Nur Fauziah, I., & Anggraeni Dewi, D. (2021). MEMBANGUN SEMANGAT NASIONALISME MAHASISWA MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. In IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies (Vol. 2, Issue 02). https://doi.org/https://doi.org/10.59525/ijois.v2i2.30

Nathania, P., & Hartanti, L. E. P. (2025). Pengaruh Konten Media Sosial Terhadap Social Comparison Pada Orang Muda di Jakarta (Studi pada Konten Flexing Influencer TikTok @siscakohl). Jurnal Audience, 08(02), 246–265. https://doi.org/10.33633/ja.v8i2.13496

Novanza, D. B., & Afrizal, S. (2025). Persepsi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi pada Dominasi Perempuan dalam Pembuatan Tren “Marriage is Scary.” Maharsi, 7(1), 70–80. https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i1.1418

Panggabean, A. D. (2024). Data Statistik Penggunaan Media Sosial Masyarakat Indonesia Tahun 2024. Rri.Co.Id. https://rri.co.id/iptek/721570/ini-data-statistik-penggunaan-media-sosial-masyarakat-indonesia-tahun-2024#:~:text=Berikut ini data penggunaan media sosial tahun 2024,Internet %3A 242 juta pengguna %2893%2C4%25 dari populasi%29

Pulung Bagaskoro, & Agus Triyono. (2024). Gaya Komunikasi Influencer Game Mobile Legend Pada Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Jurnal Netnografi Komunikasi, 3(1), 1–16. https://doi.org/10.59408/jnk.v3i1.22

Safrudin, R., Zulfamanna, Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian Kualitatif. Journal Of Social Science Research, 3(2), 1–15.

Setiawati, A., & Prihantoro, E. (2024). Marketing Communication Strategy for Warung Makan Madun Oseng Nyak Kopsah Through the Tiktok Social Media Account@ madunosengoseng in Promoting Authentic Indonesian Culinary. Jurnal Spektrum Komunikasi, 12(1), 1-12. https://doi.org/10.37826/spektrum.v12i1.632

Sherlyanita, A. K., & Rakhmawati, N. A. (2016). Pengaruh dan Pola Aktivitas Penggunaan Internet serta Media Sosial pada Siswa SMPN 52 Surabaya. Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence, 2(1), 17. https://doi.org/10.20473/jisebi.2.1.17-22

Shrum, L. . (2017). Cultivation Theory: Effects and Underlying Processes (P. Rössler, C. A. Hoffner, & L. van Zoonen (eds.)). John Wiley & Sons, Inc. https://doi.org/10.1002/9781118783764.wbieme0040

Triyono, A. (2021). Metode Penelitian KOMUNIKASI KUALITATIF. Bintang Pustaka Madani Yogyakarta.

Zaini, P., Saputra, N., Abdullah Lawang, K., & Susilo, A. (2021). Research Ques onsMetodologi Penelitian Kualitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Diterbitkan

2025-12-31

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.