Press Freedom Papua Journalist : an Interpretive Phenomenological Studies
DOI:
https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i3.249Kata Kunci:
Phenomenology, Journalist, Human Rights, PapuaAbstrak
Media massa dan isu HAM Papua memiliki keterkaitan satu sama lain. Dalam proses liputan, terdapat satu pihak yang terlibat dan paling dominan yaitu profesi jurnalis. Jurnalis perlu mempersiapkan diri dan kemampuan khusus saat hendak meliput. Sayangnya, masih belum banyak orang mengetahui tentang pengalaman dari wartawan peliput isu HAM Papua. Maka dari itu, peneliti merasa bahwa hal ini penting dilakukan untuk mengisi kekosongan dan menambah ilmu pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemaknaan atas pengalaman jurnalis dalam meliput dan melakukan proses produksi berita isu HAM di Papua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Fenomenologi dengan aliran Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) yang dimiliki oleh Edmund Husserl. Dengan aliran IPA dinilai mampu untuk menjelaskan pemaknaan pengalaman secara detail. Key informan, peneliti memilih tiga wartawan yang sudah berpengalaman kurang lebih tujuh sampai dua puluh tahun dalam meliput isu HAM Papua, tujuannya agar informasi yang diperoleh dari informan lebih luas dan mendalam. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema pembahasan. 1) Memaknai profesionalisme kerja wartawan, yaitu harus bekerja dari hati, memahami dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, mempunyai idealisme yang tinggi, dan mampu memahami karakter asli orang Papua; 2) Memaknai self-censorship yaitu dengan cara memiliki mental yang kuat, berani, informatif, dan menghasilkan berita yang dapat dipertanggungjawabkan; 3) Kebebasan pers, yang dianggap masih sangat kurang khususnya di Papua.
Referensi
AJI. (2014). Indonesian Journalist Code of Conduct. Semarang:Alliance of Independent Journalists.
AJI. (2015, April 28).Press Freedom Discussion in Papua. Retrieved from aji.or.id: https://aji.or.id/read/agenda/41/diskusi-kebebasan-pers-di-papua
Alfraita, A., Widiyani Roosinda, F., & Bilga Ayu Permatasari, D. (2021). Joko Widodo’s anger in framing online media. Jurnal Spektrum Komunikasi, 9(1), 90 - 104. https://doi.org/10.37826/spektrum.v9i1.139
Ansori, E. T. (2017, April 01). Current Issues of Online Journalism. Retrieved from kompasiana.com:https://www.kompasiana.com/elviratria/58df2ea32f7a61601674e30e/isu- terkini-jurnalisme-online?page=all
Armenia, R. (2015, Mei 10).Jokowi Allows Foreign Journalists to Cover Papua. Retrieved from CNNIndonesia: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20150510135725-20- 52357/jokowi-izinkan-jurnalis-asing-meliput-ke-papua/
Artini. A (2011). Self Censorship and Mass Media Social Responsibility. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 15(1), 111-125.
Baran, S. J., & Davis, D, K. (2010). Fundamental Theory, Communication Upheaval, And The Future Of The Mass. Jakarta: Salemba Humanika.
Herfan, J. (2015). Investigation Coverage, Professionalism of Investigative Journalists and Interplay Between Structure and Agency (Case Study in Practice in Tempo Magazine). Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 19(1), 15-45.
Kahija, Y. F. L. (2017). Phenomenological Research: A Path to Understanding Life Experience. Yogyakarta: PT Kanisius, 21-30
Komarudin, A. (2016, September 16). Quo Vadis Press Freedom in Papua? Retrieved from LIPI: http://www.politik.lipi.go.id/kolom/kolom-1/kolom- papua-2/1078-quo-vadis-kebebasan-pers-di-papua
Kovach, Bill dan Tom Rosenstiel. (2001). The Nine Elements of Journalism: What Journalists Should Know and the Public Expect. Pantau: Jakarta.
Kuswarno, E. (2009). Phenomenological Communication Research Methods: Conceptions, Guidelines, and Research Examples. Bandung: Widya Padjadjaran.
LIPI. (2017, December 17). LIPI: There are Differences in Perceptions About the Condition of Papua. Retrieved from LIPI: http://lipi.go.id/lipimedia/LIPI-Ada-Perbedaan- Persepsi-Soal-Kondisi-Papua/19620
LIPI. (2017, December 19). Human rights violations and the quality of Papuan education are in the public spotlight. Retrieved from LIPI: http://lipi.go.id/lipimedia/pelanggaran-ham-dan-kualitas-pendidikan- papua-jadi-sorotan-masyarakat/19619
Littlejohn, S, W,. (2014). Theories of Human Communication. Edisi 9. Jakarta: Salemba Humanika.
Malang, H. (2014). Legal Protection of Journalists in Covering Government and Public News. Jurnal Hukum Unsrat 2(1), 1-15.
Manan, A. (2011). Ahead of the Red Signal Annual Report of the Alliance of Independent Journalists (AJI) 2011. Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen.
McQuail. D (2011). Mass Communication Theory. Edisi 6 Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika.
McQuail. (2005). Mass Communication Theory. London: Sage Publishing.
Moleong, L. J. (2011). Qualitative Research Methodology Revised Edition. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mulya, E. D. S. (2017). Freedom of Journalists in Papua (Phenomenological Study of Journalists Alliance of Independent Journalists (AJI) in News Coverage in Papua.(Doctoral dissertation, Uin Sunan Gunung Djati Bandung). Retrieved from http://digilib.uinsgd.ac.id/6247/
Nahria, Rismawati, & Siahaan, C. (2014). Kebebasan Pers Dalam Perspektif Jurnalis Di Daerah Konflik (Studi Kasus Pembatasan Akses Jurnalis Asing Di Papua). Retrieved from http://repository.uki.ac.id/1664/
Purnomo, E. (2020). Journalistic Code of Ethics Study by Journalists in Article 6. (Doctoral dissertation, IAIN Metro). Retrieved from Studi Kode Etik Jurnalistik oleh Wartawan pada Pasal 6 - IAIN Repository (metrouniv.ac.id)
Putra, B. S. (2017, February 7). The level of press freedom in Papua is still low. RAPPLER. Retrieved April 8, 2022, from https://www.rappler.com/world/bahasa-indonesia/160713-tingkat-kebebasan-pers-papua-rendah/
Putri Aisyiyah. (2019). Hijabers Community: an Effort to Create Feminine Space. Jurnal Spektrum Komunikasi, 7(2), 73-81. https://doi.org/10.37826/spektrum.v7i2.54
Smith. J. A., dkk. (2009). Interpretative Phenomenological Analysis. Theory, Method and Research. California: SAGE Publications.
Suprihatin. (2019). Identitas Diri Perempuan di Facebook. Jurnal Spektrum Komunikasi, 7(1), 62-77. https://doi.org/10.37826/spektrum.v7i1.30
Tapsell, R. (2012). Old tricks in a new era: Self-censorship in Indonesian journalism. Asian Studies Review, 36(2), 227-245.














