Digital Communication Patterns Of Milenial Extensions And Farmers In Yogyakarta (DIY) Post Pandemi Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.37826/spektrum.v11i2.501Kata Kunci:
Communication Patterns, Millenial Farmer, Post Pandemi Covid -19, DIYAbstrak
Penelitian ini mengkaji pola komunikasi yang dilakukan penyuluh pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan petani milenial pasca pandemi Covid-19. Wabah Covid-19 telah mengubah cara kita berkomunikasi, terutama penggunaan media komunikasi. Perubahan yang sangat nyata terlihat dengan menjaga jarak saat melakukan komunikasi dan aktivitas. Setiap orang dipaksa oleh keadaan untuk dapat menggunakan media komunikasi yaitu gadget sebagai alat komunikasi. Kata-kata petani milenial mulai terdengar di awal pandemi, dimana para anggota petani milenial ini berbeda dengan petani sebelumnya yaitu petani yang melek media dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap keadaan. Banyak aplikasi media sosial yang digunakan untuk berkomunikasi di masa pandemi, dan para petani milenial ini memilih aplikasi yang memudahkan komunikasi mereka. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Teknik analisis data yang digunakan dengan deskripsi kualitatif. Informan penelitian terdiri dari penyuluh dan petani milenial dari empat kabupaten dan satu kota, yaitu Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Hasil kajian menunjukkan bahwa terjadi perubahan pola komunikasi yang dilakukan penyuluh dengan petani milenial pascapandemi, akibat penggunaan teknologi. Pasca pandemi Covid-19, dilakukan digitalisasi informasi kepada kelompok tani, mereka menggunakan teknologi informasi untuk berkomunikasi. Pola komunikasi petani pada masa pasca pandemi juga mengalami perubahan, dimana petani milenial berperan dalam mengkoordinasikan informasi
Referensi
Afnibar, A., & Fajhriani, D. (2020). Pemanfaatan WhatsApp sebagai Media Komunikasi antara Dosen dan Mahasiswa dalam Menunjang Kegiatan Belajar (Studi terhadap Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang). AL MUNIR: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 70–83.
Astrid faidlatul Habibah, I. (2021). Era Masyarakat Informasi sebagai Dampak Media Baru. Jurnal Teknologi Dan Informasi Bisnis, 3(No.2), 350–363. https://doi.org/https://doi.org/10.47233jteksis.v3i2.255
Barau, A. A., & Afrad, M. S. I. (2017). An overview of social media use in agricultural extension service delivery. Journal of Agricultural Informatics, 8(3).
Damanik, F. N. S. (2012). Menjadi Masyarakat Informasi. JSM (Jurnal SIFO Mikroskil), 13(1), 73–82.
Hanafi, A. (1987). Memasyarakatkan ide-ide baru. In Surabaya: Usaha Nasional.
Hasbiansyah, O. (2008). Pendekatan fenomenologi: Pengantar praktik penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 163–180.
Kominfo. (2022). Hadapi Disrupsi Teknologi dan Pandemi, Menkominfo Ajak Pers Adaptasi dan Perkuat Inovasi. 1–8. https://kominfo.go.id/content/detail/40154/hadapi-disrupsi-teknologi-dan-pandemi-menkominfo-ajak-pers-adaptasi-dan-perkuat-inovasi/0/berita_satker
Kusumajanti, Maryam, S., Tutiasri, R. P., & Prayudi. (2022). Traditional Fisherman Communication Network in Improving Competitiveness During the Covid-19 Pandemic. International Journal of Multicultural and Multireligous Understandting, 9(1), 290–295.
Lavinda. (2023). APJII: Pengguna Internet Indonesia 215 Juta Jiwa pada 2023, Naik 1,17 %. Katadata.Co.Id. https://katadata.co.id/lavinda/digital/646342df38af1/apjii-pengguna-internet-indonesia-215-juta-jiwa-pada-2023-naik-1-17#:~:text=Teknologi-,APJII%3A Pengguna Internet Indonesia 215 Juta Jiwa,2023%2C Naik 1%2C17%25&text=Tingkat penetrasi internet di Indonesia,%2C yakni 77%2C02%25.
Makmur, Syam, H., & Lahming. (2019). the Role of Agricultural Extension of Farmers ’ Competence. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 14(4).
Mardikanto, T. (2009). Sistem penyuluhan pertanian. Diterbitkan atas Kerja sama Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) dan UPT ….
Morissan, M. A. (2010). Jurnalistik Televisi Mutakhir. Kencana.
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2016, 1.
Pertaniandigital. (2020). Peran Petani Milenial. 1–15. https://petanidigital.id/petani-milenial/
Retnaningtyas, T. A., Padmaningrum, D., & Permatasari, P. (2021). Kesenjangan Kepuasan Penggunaan Media Sosial Whatsapp oleh Penyuluh Pertanian di Kabupaten Wonogiri. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 25(1), 16–32. https://doi.org/10.46426/jp2kp.v25i1.158
Rogers, E. M. (1983). Diffusion of innovations (1983). New York: Free Press.
Suharsimi, A. (2006). metodelogi Penelitian. Yogyakarta: Bina Aksara.
Trianto, Y. (2018). Pola Komunikasi Virtual Dalam Percakapan Tim Game Online Counter Strike Virtual Communication Patterns In Conversation Online Counter Strike Game Teams. Spektrum Komunikasi, 6(1), 12–18. https://doi.org/https://doi.org/10.37826/spektrum.v6i1.50
Trisnani, -. (2017). Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Dan Kepuasan Dalam Penyampaian Pesan Dikalangan Tokoh Masyarakat. Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media Dan Informatika, 6(3). https://doi.org/10.31504/komunika.v6i3.1227
Tutiasri Puspita Ririn, S. W. R. A. (2021). Pemanfaatan Whatsap Grup Sebagai Media Komunikasi di Daerah Pedesaan Daerah Pedesaan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(1). https://doi.org/10.35905/komunida.v8i2.631.1
Tutiasri, R. P., & Kusuma, A. (2020). Millennial generation and family literacy within the dissemination of hoax in Whatsapp group. Informasi, 50(2), 153–164.
Tutiasri, R. P., Rahmawati, D. H., Rahmawati, A., Nurrachmi, S., & Kusumajanti, F. (2022). Social Media Utilization in the Yogyakarta Millennial Farmer Community. 672(September 2020), 151–156.
Yusmita, M., Larisu, Z., & Saidin. (2014). Pemanfaatan WhatsApp Messenger Sebagai Media Komunikasi Antar Pribadi Mahasiswa Ilmu Komunikasi. 1–12.
Zulkarimen, N. (2004). Komunikasi Pembangunan: Pengenalan Teori dan Penerapannya. Jakarta. Rajawali Pers.














