PERKEMBANGAN HUBUNGAN ROMANTIS ANTARA TEMAN TUNARUNGU DAN TEMAN YANG DAPAT MENDENGAR BERDASARKAN TEORI PENETRASI SO
DOI:
https://doi.org/10.37826/spektrum.v12i2.717Kata Kunci:
komunikasi, hubungan romantis, tunarungu, penetrasi sosialAbstrak
Penyandang disabilitas masih sering dihadapkan pada stigma dan stereotip negatif dari masyarakat, mereka sering mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Kesulitan komunikasi ini menjadi hambatan dalam membangun hubungan sosial yang kuat, sehingga komunikasi menjadi aspek terpenting dalam interaksi bagi penyandang disabilitas. Komunikasi memiliki peran penting sebagai proses terciptanya hubungan dalam kehidupan sosial, termasuk hubungan romantis. Pentingnya komunikasi dalam hubungan romantis menjadi fokus penelitian ini yang bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan hubungan antara pasangan tunarungu-rungu berdasarkan teori penetrasi sosial.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap empat pasangan tunarungu-rungu. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan analisis dengan menggunakan coding. Hasil penelitian akan menggambarkan perkembangan hubungan romantis pasangan tunarungu-rungu berdasarkan teori penetrasi sosial.
Penelitian ini berguna untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai perkembangan, dinamika, dan tahapan komunikasi yang terjadi dalam hubungan romantis pasangan tunarungu-wicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perkembangan hubungan yang sesuai dengan teori penetrasi sosial, dimulai dari fase orientasi, eksplorasi afektif eksploratif, pertukaran stabil, hingga akhirnya pada fase terdalam yaitu pertukaran stabil. Penelitian ini juga memperoleh hasil yang sesuai dengan kedalaman informasi dari teori penetrasi sosial yang berlaku pada hubungan romantis pasangan tunarungu-wicara, yaitu public layer, personal layer, dan inner core.
Referensi
Abedi, Arezoo. dkk. (2019). Marital satisfaction in deaf couples: a review study. Auditory and Vestibular Research, 27(4), 179-184. DOI: 10.18502/avr.v27i4.122.
Agustina, Palupi, & Ayodya (2023): Penetrasi Sosial Guru dan Siswa Baru SLB Tunarungu Karya Mulia Surabaya
Agyta, V. O. (2019). Keterbukaan Diri Remaja Dengan Orang Tua Tiri (Studi Deskriptif Kualitatif Keterbukaan Diri Remaja Perempuan dengan Ibu Tiri Berkaitan Hubungan Asmara). Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Alberts, John K. dkk. (2019). Human Communication in Society (5th ed.). Amerika Serikat: Pearson Education, Inc.
Allo, T. (2022). Penyandang Disabilitas di Indonesia. Jurnal Nusantara, Vol 9, No 3
Azhari, Robby Nova. (2022). Penetrasi Sosial Pada Pasangan Homoseksual di Jakarta
Habibah & Sukmawati (2021): Representasi Media Sosial dalam Menciptakan Intimasi Hubungan Jarak Jauh
Kho, G. R. M., Rachmad, T. H., Dwi Sasongko, Y. P., & Hasan, S. (2023). Women on Top: a Study of Middle Eastern Women’s Rights in the Media Political Economy: A Study of Middle Eastern Women’s Rights in The Media Political Economy. Jurnal Spektrum Komunikasi, 11(3), 294–304. https://doi.org/10.37826/spektrum.v11i3.522
Kustiawan, Lubis, Natasya, Sartika, Dewi, Supriadi, & Anggianto (2022): Teori Penetrasi Sosial
Maryam Tajmirriyahi, W. I. (2020). Self-concept clarity as a predictor of self-disclosure in romantic relationship. Journal of Social and Personal Relationship, 1–9.
Miftajanna & Irwansyah (2022): Makna Kencan Online melalui Teori Penetrasi Sosial
Mulyana, Deddy. 2019. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung:PT Remaja Rosdakarya
Nitiasih, P. K. (2021). Semiologi: Simbol, Makna, & Budaya-Rajawali Pers. PT. Raja Grafindo Persada
Ogolsky, B. G., & Stafford, L. (2023). A systematic review of relationship maintenance: Reflecting back and looking to the future. Personal Relationships, 30(1), 19–43.
Perdana (2022): Proses Penetrasi Sosial pada Perempuan dalam Membangun Hubungan Romantis melalui Aplikasi Kencan Online Bumble di Surabaya
Putri Widya Sari (2023): Interaksi Self-Disclosure dalam Jaringan Online pada Teori Penetrasi Sosial
Rini, E. O. (2019). Keterbukaan Diri Difabel Tuli Dalam Dimensi Komunikasi Interpersonal. Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya.
Robby Nova Azhari (2022): Penetrasi Sosial pada Pasangan Homoseksual di Jakarta
Saeful, P. R. (2019). Penelitian Kualitatif. Jurnal Equilibrium
Sanders, Genelle T. (2022). Deafhearing marital relationships and conflict. Disertasi. The University of Texas at Austin. https://dx.doi.org/10.26153/tsw/ 41670
Sari, Putri Widya. (2023). Interaksi Self-Disclosure dalam Jaringan Online pada Teori Penetrasi Sosial
Setyawan, A. (2019). Komunikasi Antar Pribadi NonVerbal Penyandang Disabilitas di Deaf Finger.
Sugiyono, (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, Bandung: ALFABETA.
Sukardani, Huda, Pribadi, Sueb, & Anggaunitakiranantika (2022): Sexual Self-Disclosure: A Study on Communication Behaviors among Users in Online Dating Applications
Syawal, Dwiandini, Khaerunnisa, & Irwansyah (2023): Application of Social Penetration Theory to the Development of Romantic Relationships Through Social Media
Wood, J. (2019). Interpersonal Communication. Canada: wadsworth cengage learning
Zhang, Shuming (2023): Analyzation Of The Chinese Dating Show Love Actually Using Social Penetration Theory
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Spektrum Komunikasi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














